Selasa, 24 September 2013

menolong persalinan di dalam mobil

"Life is never flat" kata-kata ini cocok untuk menggambarkan profesiku. Ini adalah kali kedua dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, aku menolong persalinan di dalam mobil. Kejadian pertama, di dalam sebuah mobil sedan milik pasien. Kronologis singkatnya, si ibu yang akan melahirkan anak pertama ini mengeluh mulas sejak subuh, lalu saat datang ke ugd sudah pembukaan lengkap dan kepala janin sudah ada di depan vulva (Crowning). Saat mobil itu datang dan parkir di depan UGD, aku baru akan pulang setelah jaga malam di UGD. Sekilas saat membuka mobil pasien, dengan keadaan seperti itu tidak mungkin membawa pasien ke dalam UGD. Akhirnya dengan cukup keras teriak2, "mas panggil bidan, mas ambil 2 klem, gunting, kasa, betadin, handscoen" instrumen yang minim tersebut datang. Dengan memposisikan kaki ibu pada posisi litotomi, aku membantunya mengedan, sembari menahan kepala bayi supaya tidak merobek perineum si ibu. Lalu saat kepala sudah lahir, kutunggu kepala tersebut berputar (Paksi luar) dan kularang si ibu mengejan. Kemudian dengan sedikit mengejan, kubantu melahirkan bahu dan seluruh badan bayi tersebut. Kejadian tersebut sangat cepat, sehingga aku tidak menyadari ternyata bidan-bidan muda sudah ada di belakangku. Setelah memotong tali pusat bayi, bayi segera di bawa oleh bidan. Kulanjutkan mengeluarkan plasentanya. Berusaha tidak panik dan menenangkan si ibu, akhirnya si plasenta dapat dikeluarkan dengan lengkap. Kontraksi rahim baik, tidak ada perdarahan dan robekan perineum. Rasanya seperti melepaskan ikatan tali yang melilit dada, plongggg.... Selanjutnya sementara ibu tadi "dirapihkan" oleh perawat, aku ngacir ke ruang bersalin menengok si neonatus tadi. Kulitnya yang merah dan gerakannya yang lincah, benar-benar bikin keringatku kering, diganti dengan senyum. Periksa fisik si bayi, tidak ada kecacatan. Pekerjaan tuntas, aku segera pulang. Alhamdulillah. 

Kejadian yang kedua terjadi di ambulance. Hari sabtu, menunggu jam 5 sore, aku akan di jemput suami ke wallstreet bareng, lanjut nonton, asiiik pacarannn. Tapi jam 14:00 siang itu, telepon dari ruang bersalin "Dok, tolong antar pasien di rujuk ke rs pondok indah, bumil dengan hipertiroid, pembukaan 6". Mulai degdegan... "Emangnya berapa tensinya? kok gak lahir di sini?" tanyaku. "140/100 dok, SpOG-nya bilang gak bisa lahir di sini. Ibunya pakai asuransi juga dok, dia minta ke RSPI" jawab bidan di telepon. Agak berpikir sedikit... kan kita punya ICU, dokter anestesi juga ada, kenapa harus dirujuk, kalau ada apa-apa di jalan? Urungkan niat bertanya seperti itu... Setelah solat Zuhur terburu-buru, langsung naik ambulance dan berangkat ke RSPI. Duduk di mobil, sambil baca2 status pasien... hmmm ok kita masih punya waktu ke sana... pembukaan 6 cm, anak ke-2, tidak ada riwayat partus presipitatus. Posisi dudukku ada di belakang kepala pasien, bidannya ada di samping pasien. Ibu tadi berteriak-teriak, kutenangkan bahwa dia akan mendapat perawatan yang baik setibanya di RS dan jangan mengedan karena belum waktunya. Namun si ibu terus teriak, saat kuminta bidan memeriksa keadaan "di bawah sana", ternyata kepala bayi sudah tampak!!! Kok bisa-bisanya??? aarggghh... Langsung kubuka partus set yang sudah disiapkan sebelum naik ambulance, dan gak ada Handscoennya!! Kali ini karena posisi bidan di sebelah pasien, maka bidan tadi menahan kepala bayi. "Jangan panik, tunggu putar paksi dulu, jangan tarik2!!"... "Ini sudah putar paksi dokkk..." akhirnya bayi keluar dengan lilitan tali pusat 2x!!! tidak menangis!! agak pucat!!... Keringat dingin langsung banjir, takutnya leher janin tercekik, kurang oksigen karena lilitan tali pusat. Langsung ku ambil alih, lap bayi pakai kain seadanya, baru beberapa detik langsung nangis, hhh... legaaaaaaa. Kulirik si ibu... rupanya dia baik-baik saja, "ya Allah please, selamatkan semuanya". "Pak supir, tetap fokus menyetir, tak usah tergesa-gesa, semuanya baik-baik saja" ujarku. Setiap bagian dari persalinan selalu punya resiko. Aku berdoa, supaya si ibu tidak kejang, karena tensinya tinggi, dan karena tidak ada obat kejang yang disiapkan di partus set tadi!!! (marah). Ku keluarkan pelan2 plasenta ibu. Ibu dan keluarganya sangat kooperatif. Tidak ada perdarahan, plasenta utuh, kontraksi rahim baik. Alhamdulillah. Bayi lucu itu lalu ku gendong, dekap erat2, sampai ke RS. Bidan menghubungi dokter SpOG. Ternyata dokter SpOG menyarankan, kalau mau balik lagi ke RS kita, tidak apa2. Hmmm... Setelah mengingat perjuangan tadi, akhirnya kuputuskan, "pak supir, ayo kita lanjutkan perjalanan sampai ke RSPI. Ibu, selamat ya kelahiran putrinya. Nanti sampai di RS ibu akan dirawat dengan baik". 

Ya Allah, jadikan aku dokter yang baik. Amin.

Rabu, 03 Juli 2013

ODOA dan cita2

Akhirnya sudah kembali ke Jakarta. Bertemu suami, orang tua. Ada rasa kecewa yang masih terlihat di wajah mereka karena kepulanganku. Merupakan beban tersendiri, walaupun perjuangan di jerman bukanlah mudah dan penuh air mata. Karena sudah bukan pertama kalinya mendapat kesuksesan yang tertunda, jadi masa sedihnya sebentar saja. Apalagi sekarang sudah ada suami yang baik. Salah satu hikmah yang dapat dipetik, kini solatku lebih baik. Selalu berjamaah disetiap kesempatan. Kini hafalan Qur'an-ku sudah sampai Al-baqarah ayat 35. Hafalan walau bertambah, namun agak lambat dalam kecepatannya. Semoga Allah memotivasiku. Alhamdulillah, seminggu setelah kepulangan, aku sudah mulai bertugas menjadi dokter UGD, dokter bangsal dan dokter klinik di 2 rumah sakit. Walaupun honornya hanya seperempat dari honor di jerman, tapi bersyukur Allah segera memberiku pekerjaan baru ini. Jadi dokter bangsal dan UGD sangat menantang. Karena aku harus mengulang pelajaran2 lagi. Berkelut di obgyn membuat plus obgynnya, tapi ilmu penyakit interna-nya minus. Ditambah harus menghafal nama paten obat2an. Banyak sekali ilmu yang ada di bangsal dan UGD, senang rasanya belajar. Ya Allah, cita-citaku banyak sekali, berikan aku selalu kesehatan dan umur panjang. Semoga Engkau mengasihaniku. Semoga Kau ridho.

Selasa, 16 April 2013

Cara menghentikan abodemen Bahncard

Bagi yang memiliki Bahncard 25 atau 50 pasti sudah tau, kalau kita tidak menginformasikan kepada Deutsche Bahn untuk menghentikan abodemen, maka jika masa berlaku Bahncard/BC kita sudah jatuh tempo, akan otomatis diperpanjang dan dikenakan tarif penuh selama setahun. Untuk yang tidak ingin lagi menggunakan BC, minimal harus menulis surat Kündigung selambat-lambatnya 6 minggu sebelum masa berlaku BC jatuh tempo. Supaya aman saya menyarankan 2 bulan sebelum jatuh tempo. Ada 3 cara mengirimkan surat Kündigung ini, yaitu per post (lebih baik jika surat dikirim per Einschreiben mit Rückschein) atau per Fax (simpan bukti faxnya) atau dengan E-mail.

Saya sendiri menggunakan E-mail. Cara yang saya tempuh:
  • Kunjungi situs Deutsche Bahn (w3.bahn.de)
  • Klik tulisan "kontakt" (ada di baris paling atas, tulisannya kecil)
  • Anda akan diantar ke halaman baru. Scroll ke bawah, cari tulisan "Kontakt zu w3.bahn.de", lalu klik
  • Lalu akan muncul tulisan di bawah opsi tadi: Kontaktformular, klik di bagian tersebut
  • Anda akan diantar ke halaman baru. Scroll ke bawah. Cari tulisan "Allgemeine Themen", lalu klik tulisan di bawahnya: Fragen zur Bahncard
  • Anda akan diantar ke halaman baru berisi formulir pertanyaan. Isi Formulir dengan kata-kata sendiri yang menyatakan keinginan anda untuk Kündigung. Lalu isi data diri pada kolom bagian bawah. Jangan lupa pada sisi kiri atas formulir ada opsi "Betreff" pilih dengan "Kündigung ihre Bahncard". Setelah lengkap, klik "absenden" pada kanan bawah.
  • Anda harus mengisi formulir secepatnya (jangan ada jeda waktu >1 menit mengetik), karena nanti E-mail anda tidak akan terkirim.
  • Jika E-mail terkirim, anda akan di antar ke halaman baru, dan muncul tulisan "Vielen Dank", jika yang muncul tulisan lain, tandanya E-mail anda tidak terkirim.
  • Pada hari yang sama (saat itu saya mengirim E-mail hari kerja), maka anda akan mendapatkan Bestätigung dari deutsche Bahn via E-mail. Simpan E-mail sebagai bukti Kündigung.
Jika tidak ingin menggunakan formulir dari deutsche Bahn, maka anda dapat mengirimkan langsung email ke "bahncard-service@bahn.de"

Melalui Fax: 01805-121998

Melalui Pos:  DB Fernverkehr AG, BahnCard-Service, 60643 Frankfurt

Contoh surat kündigung BC

Sehr geehrte Damen und Herren,
hiermit kündige ich meine Bahncard fristgerecht zum nächstmöglichen Zeitpunkt. Bitte senden Sie mir eine schriftliche Bestätigung der Kündigung am besten per E-mail zu.

Mit freundlichen Grüßen
(Nama lengkap)

:)

Rabu, 03 April 2013

Selamat ulang tahun suamiku sayang


Senyum mamas Abi

Abi adalah lelaki yang selalu memberikan senyumnya untuk aku
Saat marah menguasaiku, abi sedikit bicara dan senyumnya menjadi penawar emosiku
Sejak mengenal abi, aku tak pernah sekalipun melihatnya melipat senyum ataupun murka
Aku berwatak keras, abi berwatak lembut

Abi selalu berbicara sopan, tak pernah meledek dan kata-katanya sangat lembut
Jika memanggil atau menegurku, selalu dimulai dengan kalimat "Ta, sayang"
Setiap selesai solat berjamaah abi selalu mengecup keningku yang jenong
Sebelum tidur, aku bercerita macam-macam dan abi selalu menjadi pendengar
Abi tak pandai bercerita, tapi dia dapat diandalkan saat aku meminta nasihat


Aku beberapa kali melihat abi menjahit sedikit robekan bajunya
Abi bilang, abi masih suka pakai ini
Sederhanakah abi? Pelitkah abi? Abi kok tidak minta tolong aku menjahitkan baju itu?

Abi suka camilan dan minum teh
Tapi aku tidak suka liat abi sering makan mie
Aku pernah marah karena itu, tapi Abi tak pernah membalasku
Sekali lagi abi tersenyum

Aku bersyukur
Abi, jangan berubah ya
Aku selalu sayang abi yang lembut dan murah senyum
Abi selalu membuat aku jatuh cinta setiap hari
Selamat ulang tahun :)

Deutschland 04.04.2013
Von deiner Herzblatt, Frau Rachman (Vetta)


Sabtu, 30 Maret 2013

Update ODOA dll

Alhamdulillah hafalan Al-Qur'an saya sudah sampai ayat 30 surat Al-Baqarah :) Senang rasanya. Kata Ustad YM menghafal itu tidak usah tergesa2, santai, kalem, tidak usah buru-buru pengen hafal. Saya ikutin insyaAllah.

Pagi ini mau solat dhuha, sedikit ODOA, bersih2 rumah, ke Swalayan, atur2 rencana nanti di Jakarta (sedih sih rasanya mau meninggalkan Jerman ini, tapi berbaik sangka aja terus sama Allah, kuatkan aku ya Allah).

Iya saya akan berjuang terus.... Sampai cita2 saya tercapai, insyaAllah dibantuin sama Allah. Dia yang ngatur jalan mencapai cita2 itu. Terima kasih Tuhanku.

keep kalem....! Benerin solat, puasa dan sedekahnya !
(Suka bgt kata2 Ust. YM ini, soalnya kalem itu perlu dilatih, tidak gampang).

Jadilah dokter obgyn yg baik...!
(Amin, cita-cita ini)

Belajar terus bahasa Jerman...!
(Oleh-oleh paling oke, ya bahasanya harus aktif dipakai terus).

Rabu, 06 Februari 2013

one day one ayat

Sejak tidak sengaja nonton chatting dengan YM (Yusuf Mansur) di Youtube, saya jadi tau bahwa ustad YM ini, selain memprovokasi orang untuk sedekah, dia juga memprovokasi orang untuk menghafal al-Qur'an. Pasalnya ada slogan yang selalu dielu-elukan, yaitu one day one ayat atau disingkat ODOA. Saya awalnya tidak berani mencoba ODOA ini, tapi karena YM menghadirkan bintang tamu orang2 biasa yang menghafal Al-Qur'an dan berhasil, saya jadi terprovokasi juga untuk mencobanya. Maksud saya orang2 biasa ini adalah, dia bukan ustad, bukan dari keluarga syiekh, bukan berlatar belakang perguruan tinggi agama. Alhamdulillah, ust YM ini pandai dalam menjerumuskan orang untuk melakukan ODOA.

Ust YM memberikan contoh kongkrit yang down to earth, orang dari kalangan biasa yang hafiz Qur'an. Orang itu adalah bpk Isa dan Hasan. Bapak Isa ini memiliki keterbatasan yaitu lumpuh kaki. Sedangkan bpk Hasan adalah sahabat yang selalu menemani pak Isa. Motivasi Isa menghafal Qur'an adalah semata-mata untuk membahagiakan orang tuanya terutama ibunya, yang semasa hidup tidak pernah mengeluh merawat Isa yang sejak umur 1 tahun lumpuh karena tertimpa kursi. Ia mulai menghafal Al-Qur'an bukan pada usia dini atau masa kanak2, namun mulai tahun 2011. Waktu yang ditempuh sampai hafal Al-Qur'an tidak sampai 1 tahun. Benar-benar superintensif dan ekspert!!!

Mengapa ingin membahagiakan orang tua? Karena di akhirat nanti, orang tua akan mendapatkan mahkota kemuliaan karena anaknya adalah hafiz Qur'an. Anak bagaimana yang tidak mau memberi mahkota kemuliaan kepada orang tua??? Saya langsung membayangkan betapa indahnya mahkota itu (kabulkan ya Allah).

Jika ingin super cepat seperti Prof. Isa ini (cocok rasanya disebut profesor), yang beliau lakukan adalah:
-Berdoa, karena Allah yang memiliki Al-Qur'an. Dia yang akan membuka hati kita untuk menghafal Al-Qur'an.
-Sering tilawah. Semakin banyak kita tilawah, hafalan itu adalah hasilnya.
-Tahajud
-Puasa daud

Ya Allah, jadi sebenarnya bpk Isa dan bpk Hasan ini bukan orang biasa dong? Hanya mata manusia biasa seperti saya yang menganggapnya orang biasa. Saya termotivasi juga melakukan ODOA untuk memberikan hadiah mahkota itu untuk orang tua saya, juga menabung amalan kebaikan dan semoga Allah mengabulkan cita-cita saya menjadi dokter obgyn yang baik. Saat saya menulis ini, saya sudah menghafal insyaAllah sampai surah Al-Baqarah ayat 14 beserta terjemahannya. 

Cara menghafal Qur'an yang saya lakukan, terinspirasi dari cara menghafal Al-Qur'an di youtube:
-ODOA
-awalnya dengarkan baik2 bacaan ayat yang benar di www.alquran-indonesia.com (terjemahan per ayat)
-bacaan tersebut diulang-ulang
-hafalan dibaca saat solat.
-pelajari tajwid
-gunakan satu mushaf, jangan gonta-ganti

Sehari satu ayat, sebulan hafal 30 ayat, setahun 365 ayat :) 
Semoga anak-anakku kelak juga bisa menjadi hafiz Qur'an. Anakku Ari dan Abi, insyaAllah :)

Selasa, 09 Oktober 2012

Pahala Berqurban

Ayo berqurban, sisihkan rezekimu untuk mendapatkan ridha Allah dengan bonus pahala yang luar biasa.

Berqurban merupakan sunnah Rasul. Ia juga merupakan perbuatan yang sangat mulia dan disebut dalam beberapa ayat Al-Qur´an:

“Katakanlah:Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (Al-An’am: 162-163)

 "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan sembelihlah hewan qurban.” (Al-Kautsar: 2)

 Apa yang akan kita dapatkan jika kita berqurban?

- Mendapat ridha Allah
- Belajar untuk mengindari sifat kikir
- Menghapuskan dosa
- Pahala yang sangat besar
"Dengan tiap-tiap helai bulu yang halus itu satu kebaikan."   (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah)

 "Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima disisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu."  
(Riwayat al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

- Hewan qurban kita akan menjadi kendaraan saat kita melewati titian al-Sirat-al-Mutaqim
"Muliakanlah qurban kamu kerana ia menjadi tunggangan kamu dititian pada hari kiamat."

 
Mari berqurban :)

                                         




http://www.irusa.org/