Cinta adalah seperti Khadijah yang kaya
Yang percaya pada suaminya yang bersahaja, namun dianggap gila oleh mereka
Cinta adalah seperti ibuku yang cantik
Yang mencintai bapakku walau kepalanya botak dan wajahnya berminyak
Cinta adalah seperti Fatimah anak Rasul
Yang menerima lamaran Ali dengan modal baju besi
Cinta adalah seperti Ainun yang setia
Yang mau hidup prihatin di perantauan bersama Habibie
(Vetta, dalam naungan rimbunnya pohon di musim semi. Jerman 29 april 2012)
Sabtu, 28 April 2012
Cahaya untuk si Buta
Si Buta tak dapat melihat
Matanya buta, seperti hatinya juga
Ia tak mengerti apa itu terang, selain gelap
Hatinya tak tau apa itu iman, seperti orang-orang lain yang tak buta
Ia berzikir: "Aku buta, aku tak bisa melihat rupa Tuhan. Orang yang matanya dapat melihat tak beriman, apalagi aku"
Tuhan tertawa, "oh si Buta, kamu ini selalu berzikir seperti itu kepadaku"
Dari Ufuk terang, Jibril menyapa si Buta
Si Buta merasakan hangat yang nyaman, yang merambat sampai ke retina matanya
Cahaya Jibril meliputi jantungnya, menghangatkan darahnya yang dingin
Kini si Buta berzikir kembali: "Nyaman sekali rasanya. Bagaimana dengan cahaya Tuhan? Mengapa mereka yang dapat melihat tak beriman, padahal mereka dapat melihatNya?"
Tuhan tersenyum, "wahai Buta, kau lebih peka dan beriman dari pada mereka yang Ku anugrahi cahaya dimatanya"
(created by Vetta, gelap rasanya ya Tuhan)
Matanya buta, seperti hatinya juga
Ia tak mengerti apa itu terang, selain gelap
Hatinya tak tau apa itu iman, seperti orang-orang lain yang tak buta
Ia berzikir: "Aku buta, aku tak bisa melihat rupa Tuhan. Orang yang matanya dapat melihat tak beriman, apalagi aku"
Tuhan tertawa, "oh si Buta, kamu ini selalu berzikir seperti itu kepadaku"
Dari Ufuk terang, Jibril menyapa si Buta
Si Buta merasakan hangat yang nyaman, yang merambat sampai ke retina matanya
Cahaya Jibril meliputi jantungnya, menghangatkan darahnya yang dingin
Kini si Buta berzikir kembali: "Nyaman sekali rasanya. Bagaimana dengan cahaya Tuhan? Mengapa mereka yang dapat melihat tak beriman, padahal mereka dapat melihatNya?"
Tuhan tersenyum, "wahai Buta, kau lebih peka dan beriman dari pada mereka yang Ku anugrahi cahaya dimatanya"
(created by Vetta, gelap rasanya ya Tuhan)
Selasa, 17 April 2012
Pembagian Al-Qur'an di Jerman
"Lies im Namen deines Herrn""Bacalah di dalam nama Tuhanmu", itulah slogan pada acara pembagian Al-Qur'an berbahasa jerman gratis pada 14-15 April 2012 di beberapa kota besar Jerman, misalnya Berlin, Hanover dan Goeppingen. Sebuah organisasi Muslim menargetkan akan membagikan kitab suci umat islam tersebut sebanyak 25 juta eksemplar di 30 kota. Salah satu pengunjung tenda acara di Berlin adalah wanita Jerman (65 tahun) yang mengatakan: "saya ingin mempunyai gambaran sendiri (tentang Islam)". Ia pun memperoleh satu Al-Quran. Beberapa media meliput acara ini, sementara beberapa polisi berjaga-jaga.
| (geistbewegt.de) Salah satu bentuk penolakan acara pembagian Al-Qur'an di Berlin. Lies! dalam bahasa jerman artinya bacalah! Namun diplesetkan ke dalam bahasa inggris "kami tidak butuh kebohongan Anda". |
Banyak
pendapat bermunculan dari kalangan masyarakat, pemerintah dan politik. Kalangan
politik dan instansi keamanan berpendapat bahwa aksi ini dapat disalahgunakan
untuk tujuan ekstrim. Ketua konstitusi perlindungan Berlin berargumen bahwa
aksi tersebut mreupakan propaganda sekaligus acara perekrutan pengikut. Salah
satu anggota dari partai CDU menyebutnya dengan "aksi ekstrim yang
berbahaya dan musuh konstitusi".
Jerman
yang penduduknya 82 juta orang, 4 juta orang beragama Islam. Kebebasan
menunaikan ibadah di jerman sangat baik. Masjid dan tempat ibadah berdiri di
negara ini. Jerman tidak melarang penggunaan jilbab dan pemakaian cadar. Saat
saya diperiksa oleh pihak imigrasi bandara, petugasnya ramah, tidak menyuruh
membuka jilbab, tidak menggeledah pakaian saya. Saat itu saya melihat dua
wanita berjubah dan bercadar hitam, petugas imigrasi hanya meminta untuk
memperlihatkan wajah untuk menyocokkannya dengan foto di paspor. Jerman
merupakan negara bineka tunggal ika, banyak warga negaranya yang bukan asli
jerman. Di beberapa kantor, rumah sakit dan area publik, banyak plakat
berbahasa jerman, inggris, rusia, turki dan arab. Artinya ya banyak orang yang
berbahasa tersebut.
Saya
yakin aksi tersebut tidak radikal, karena tidak ada kegaduhan maupun
penangkapan pada acara tersebut. Mengenai pendapat yang menyebut
"propaganda dan perekrutan", rasanya berlebihan. Apakah artinya orang
yang menerima kitab tersebut akan direkrut menjadi penganut islam? Waktu acara
wisuda di kampus, saya mendapat souvenir berupa alkitab perjanjian baru, tentu
pemberian ini bukan berarti perekrutan. Sungguh tidak ada paksaan memeluk agama
Islam (Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 256) . Mengenai pernyataan
"tindakan ekstrimis dan musuh konstitusi", dibagian mana acara
tersebut yang tampak ekstrim? Bagaimana bisa disebut musuh konstitusi,
sedangkan umat islam di jerman adalah minoritas dan harus tunduk pada peraturan
di jerman kalau tak mau didepak dari negara ini. Apakah Al-Qur'an ditakutkan
mempengaruhi semua orang jerman untuk mengubah konstitusinya? Mengenai
pernyataan kata "kematian disebut 180 kali di Al-Qur'an, Apakah kata tersebut
membahayakan? sesungguhnya kematian itu pasti, kematian adalah bagian akhir
kehidupan. Kata Al-hayat yang berarti "hidup" muncul sebanyak 145
kali dan kata Al-maut yang berarti "mati" muncul sebanyak 145 kali
dalam Al-Qur'an.
Dengan
acara ini, orang-orang dapat mengenal islam dan ajaranNya langsung dari kitab
Al-Qur'an. Sebuah kitab yang sejak diturunkannya hingga kini, isinya tidak
pernah berubah maupun diubah.
Pojok
sastra:
Sejak dulu manusia datang ke dunia dengan wajah
berbeda, warna kulit yang tak sama, dan bahasa yang bermacam-macam. Apa maksud
Tuhan? Dia ingin kita belajar menghargai dan memahami adanya perbedaan. Tapi
banyak yang menutup mata.
Langganan:
Postingan (Atom)