Di pertapaan malam pekat, kutulis sejarah menyongsong fajar merah beruak
Jam pasir itu terus berdesis, tapi waktuku masih seribu
Aku bagai serdadu tertikam sembilu
tak berpaling ke barak, berdiri tegak dengan perisai perak
perisai perak warisan dewi wejangan
dari sisiku kau ku tempa, dalam jantungku kau bertahta
berkaratlah wahai sembilu
tak sanggup kau menggapai urat-uratku
aku serdadu tertusuk sembilu
jiwaku perisai perak, aku masih berdiri tegak
(created by Vetta, aku si serdadu yg berjuang di negri almaniya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar