Selasa, 01 Mei 2012

Sang penuntut ilmu

Sudah setahun menjalani petualangan hidup di negri Al-maniya ini. Petualangan yang tujuan utamanya adalah menuntut ilmu. Memanfaatkan kesempatan yang sulit didapat di negri sendiri. 

Yang paling berat bagi saya adalah kesendirian. Orang bilang, jaman sekarang serba canggih, jarak tak menjadi masalah. Namun bagi saya gak canggih. Karena menggunakan internetpun bagi saya terbatas. Saya tidak punya koneksi internet cepat, sehingga tak dapat ngobrol atau video call dengan keluarga. "Baru menghargai uang adalah ketika kita sendiri yang mencari nafkah. Semoga selalu ingat untuk sedekah"

Apa sih yang mau dicurhatin? tentang hidup sehari-hari sebagai residen di RS. Tentang betapa sulitnya beradaptasi dan belajar. Rasa kangen ingin memeluk mama dan bapak. Jenuh pun datang, sedih juga menghampiri.


Wahai sang penuntut ilmu, tahukah kamu, bahwa kamu tidak sendiri?
Tahukah kamu, bahwa ilmu yang bermanfaat adalah pahala tanpa putus?
Tahukah kamu, bahwa malaikat di kanan dan kirimu mengaminkan doa-doamu?
Malaikatmu juga menemanimu ketika kamu membaca lembar demi lembar bukumu
Tuhan dan malaikat yang mendampingimu tidak tidur, walaupun kamu tertidur ditumpukan kertas itu
Sadarkah kamu, mereka selalu membangunkanmu di pagi hari yang sering kamu sebut dengan "alarm otakmu" Hey, merekalah yang membangunkanmu.

Wahai sang penuntut ilmu, sadarkah kamu, bahwa Ia tidak pernah memberimu sakit yang berat?
Itu karena kamu sedang menuntut ilmu.
Semua patogen menyingkir dari tubuhmu atas perintahNya.
Kamu pikir, mengapa rizkimu ditambahkan padamu? Itu supaya kamu lebih semangat mengejar cita2mu.
Bersyukurlah, bersujudlah kamu, bersemangatlah kamu
Jenuh dan sedih tiada guna, jika kamu mengingat perbuatanNya, semua yang baik telah diberiNya untukmu.

Created by Vetta, sebagai pengingat di saat lelah.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar