"Lies im Namen deines Herrn""Bacalah di dalam nama Tuhanmu", itulah slogan pada acara pembagian Al-Qur'an berbahasa jerman gratis pada 14-15 April 2012 di beberapa kota besar Jerman, misalnya Berlin, Hanover dan Goeppingen. Sebuah organisasi Muslim menargetkan akan membagikan kitab suci umat islam tersebut sebanyak 25 juta eksemplar di 30 kota. Salah satu pengunjung tenda acara di Berlin adalah wanita Jerman (65 tahun) yang mengatakan: "saya ingin mempunyai gambaran sendiri (tentang Islam)". Ia pun memperoleh satu Al-Quran. Beberapa media meliput acara ini, sementara beberapa polisi berjaga-jaga.
| (geistbewegt.de) Salah satu bentuk penolakan acara pembagian Al-Qur'an di Berlin. Lies! dalam bahasa jerman artinya bacalah! Namun diplesetkan ke dalam bahasa inggris "kami tidak butuh kebohongan Anda". |
Banyak
pendapat bermunculan dari kalangan masyarakat, pemerintah dan politik. Kalangan
politik dan instansi keamanan berpendapat bahwa aksi ini dapat disalahgunakan
untuk tujuan ekstrim. Ketua konstitusi perlindungan Berlin berargumen bahwa
aksi tersebut mreupakan propaganda sekaligus acara perekrutan pengikut. Salah
satu anggota dari partai CDU menyebutnya dengan "aksi ekstrim yang
berbahaya dan musuh konstitusi".
Jerman
yang penduduknya 82 juta orang, 4 juta orang beragama Islam. Kebebasan
menunaikan ibadah di jerman sangat baik. Masjid dan tempat ibadah berdiri di
negara ini. Jerman tidak melarang penggunaan jilbab dan pemakaian cadar. Saat
saya diperiksa oleh pihak imigrasi bandara, petugasnya ramah, tidak menyuruh
membuka jilbab, tidak menggeledah pakaian saya. Saat itu saya melihat dua
wanita berjubah dan bercadar hitam, petugas imigrasi hanya meminta untuk
memperlihatkan wajah untuk menyocokkannya dengan foto di paspor. Jerman
merupakan negara bineka tunggal ika, banyak warga negaranya yang bukan asli
jerman. Di beberapa kantor, rumah sakit dan area publik, banyak plakat
berbahasa jerman, inggris, rusia, turki dan arab. Artinya ya banyak orang yang
berbahasa tersebut.
Saya
yakin aksi tersebut tidak radikal, karena tidak ada kegaduhan maupun
penangkapan pada acara tersebut. Mengenai pendapat yang menyebut
"propaganda dan perekrutan", rasanya berlebihan. Apakah artinya orang
yang menerima kitab tersebut akan direkrut menjadi penganut islam? Waktu acara
wisuda di kampus, saya mendapat souvenir berupa alkitab perjanjian baru, tentu
pemberian ini bukan berarti perekrutan. Sungguh tidak ada paksaan memeluk agama
Islam (Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 256) . Mengenai pernyataan
"tindakan ekstrimis dan musuh konstitusi", dibagian mana acara
tersebut yang tampak ekstrim? Bagaimana bisa disebut musuh konstitusi,
sedangkan umat islam di jerman adalah minoritas dan harus tunduk pada peraturan
di jerman kalau tak mau didepak dari negara ini. Apakah Al-Qur'an ditakutkan
mempengaruhi semua orang jerman untuk mengubah konstitusinya? Mengenai
pernyataan kata "kematian disebut 180 kali di Al-Qur'an, Apakah kata tersebut
membahayakan? sesungguhnya kematian itu pasti, kematian adalah bagian akhir
kehidupan. Kata Al-hayat yang berarti "hidup" muncul sebanyak 145
kali dan kata Al-maut yang berarti "mati" muncul sebanyak 145 kali
dalam Al-Qur'an.
Dengan
acara ini, orang-orang dapat mengenal islam dan ajaranNya langsung dari kitab
Al-Qur'an. Sebuah kitab yang sejak diturunkannya hingga kini, isinya tidak
pernah berubah maupun diubah.
Pojok
sastra:
Sejak dulu manusia datang ke dunia dengan wajah
berbeda, warna kulit yang tak sama, dan bahasa yang bermacam-macam. Apa maksud
Tuhan? Dia ingin kita belajar menghargai dan memahami adanya perbedaan. Tapi
banyak yang menutup mata.
Keknya para pemegang poster itulah para pembohong yg sebenarnya
BalasHapusSeperti katanya Mark Twain,
Yang bahaya bukanlah hal baru yang kita tahu, namun hal lama yang kita percayai dan ternyata salah.