Selasa, 17 April 2012

Pembagian Al-Qur'an di Jerman

"Lies im Namen deines Herrn"
"Bacalah di dalam nama Tuhanmu", itulah slogan pada acara pembagian Al-Qur'an berbahasa jerman gratis pada 14-15 April 2012 di beberapa kota besar Jerman, misalnya Berlin, Hanover dan Goeppingen. Sebuah organisasi Muslim menargetkan akan membagikan kitab suci umat islam tersebut sebanyak 25 juta eksemplar di 30 kota. Salah satu pengunjung tenda acara di Berlin adalah wanita Jerman (65 tahun) yang mengatakan: "saya ingin mempunyai gambaran sendiri (tentang Islam)". Ia pun memperoleh satu Al-Quran. Beberapa media meliput acara ini, sementara beberapa polisi berjaga-jaga.
(geistbewegt.de) Salah satu bentuk penolakan acara pembagian Al-Qur'an di Berlin. Lies! dalam bahasa jerman artinya bacalah! Namun diplesetkan ke dalam bahasa inggris "kami tidak butuh kebohongan Anda".












Banyak pendapat bermunculan dari kalangan masyarakat, pemerintah dan politik. Kalangan politik dan instansi keamanan berpendapat bahwa aksi ini dapat disalahgunakan untuk tujuan ekstrim. Ketua konstitusi perlindungan Berlin berargumen bahwa aksi tersebut mreupakan propaganda sekaligus acara perekrutan pengikut. Salah satu anggota dari partai CDU menyebutnya dengan "aksi ekstrim yang berbahaya dan musuh konstitusi".


Jerman yang penduduknya 82 juta orang, 4 juta orang beragama Islam. Kebebasan menunaikan ibadah di jerman sangat baik. Masjid dan tempat ibadah berdiri di negara ini. Jerman tidak melarang penggunaan jilbab dan pemakaian cadar. Saat saya diperiksa oleh pihak imigrasi bandara, petugasnya ramah, tidak menyuruh membuka jilbab, tidak menggeledah pakaian saya. Saat itu saya melihat dua wanita berjubah dan bercadar hitam, petugas imigrasi hanya meminta untuk memperlihatkan wajah untuk menyocokkannya dengan foto di paspor. Jerman merupakan negara bineka tunggal ika, banyak warga negaranya yang bukan asli jerman. Di beberapa kantor, rumah sakit dan area publik, banyak plakat berbahasa jerman, inggris, rusia, turki dan arab. Artinya ya banyak orang yang berbahasa tersebut.   


Saya yakin aksi tersebut tidak radikal, karena tidak ada kegaduhan maupun penangkapan pada acara tersebut. Mengenai pendapat yang menyebut "propaganda dan perekrutan", rasanya berlebihan. Apakah artinya orang yang menerima kitab tersebut akan direkrut menjadi penganut islam? Waktu acara wisuda di kampus, saya mendapat souvenir berupa alkitab perjanjian baru, tentu pemberian ini bukan berarti perekrutan. Sungguh tidak ada paksaan memeluk agama Islam (Al-Qur'an, surat Al-Baqarah ayat 256) . Mengenai pernyataan "tindakan ekstrimis dan musuh konstitusi", dibagian mana acara tersebut yang tampak ekstrim? Bagaimana bisa disebut musuh konstitusi, sedangkan umat islam di jerman adalah minoritas dan harus tunduk pada peraturan di jerman kalau tak mau didepak dari negara ini. Apakah Al-Qur'an ditakutkan mempengaruhi semua orang jerman untuk mengubah konstitusinya? Mengenai pernyataan kata "kematian disebut 180 kali di Al-Qur'an, Apakah kata tersebut membahayakan? sesungguhnya kematian itu pasti, kematian adalah bagian akhir kehidupan. Kata Al-hayat yang berarti "hidup" muncul sebanyak 145 kali dan kata Al-maut yang berarti "mati" muncul sebanyak 145 kali dalam Al-Qur'an. 

Dengan acara ini, orang-orang dapat mengenal islam dan ajaranNya langsung dari kitab Al-Qur'an. Sebuah kitab yang sejak diturunkannya hingga kini, isinya tidak pernah berubah maupun diubah.

Pojok sastra:
Sejak dulu manusia datang ke dunia dengan wajah berbeda, warna kulit yang tak sama, dan bahasa yang bermacam-macam. Apa maksud Tuhan? Dia ingin kita belajar menghargai dan memahami adanya perbedaan. Tapi banyak yang menutup mata.

1 komentar:

  1. Keknya para pemegang poster itulah para pembohong yg sebenarnya

    Seperti katanya Mark Twain,
    Yang bahaya bukanlah hal baru yang kita tahu, namun hal lama yang kita percayai dan ternyata salah.

    BalasHapus